Mengapa banyak orang memikirkan pertanyaan ini
Payudara adalah salah satu tanda pubertas yang paling terlihat. Pada saat yang sama jarang dibicarakan secara terbuka bahwa perkembangan dapat sangat berbeda antar individu. Hal ini cepat menimbulkan perasaan tertinggal atau tidak cocok.
Ditambah lagi gambar dari internet yang sering kali diedit, dipilih secara selektif, atau tidak realistis. Jika menggunakan gambaran seperti itu sebagai ukuran, mudah untuk meragukan tubuh sendiri.
Bagaimana pertumbuhan payudara biasanya dimulai
Pertumbuhan payudara biasanya dimulai pada awal masa pubertas, sering antara usia sembilan hingga tiga belas tahun, terkadang juga lebih lambat. Perkembangannya tidak merata, melainkan terjadi dalam fase. Bisa jadi berbulan-bulan tampak sedikit perubahan lalu tiba-tiba meningkat lagi.
Pada awalnya payudara sering terasa kencang atau nyeri saat ditekan. Seiring waktu payudara menjadi lebih lunak dan bentuknya berubah. Nyeri ringan atau rasa tegang pada fase ini tidaklah tidak biasa.
Sampai kapan payudara tumbuh
Pada banyak anak perempuan pertumbuhan paling pesat biasanya selesai beberapa tahun setelah pubertas dimulai. Namun itu tidak berarti tidak ada perubahan sama sekali setelahnya.
Bentuk, kekencangan, dan volume masih bisa berubah hingga dewasa muda, misalnya akibat fluktuasi hormon, siklus menstruasi, atau perubahan berat badan.
Apa yang sebenarnya memengaruhi ukuran payudara
Ukuran payudara tidak bisa dikendalikan secara tepat. Faktor terpenting berada di luar kendali langsung seseorang.
- Gen: ukuran payudara banyak dipengaruhi faktor keturunan
- Hormon: pubertas, siklus menstruasi, kontrasepsi, kehamilan
- Komposisi tubuh: payudara juga terdiri dari jaringan lemak
- Usia: jaringan berubah seiring waktu
Produk atau latihan yang menjanjikan pertumbuhan payudara yang pasti umumnya memanfaatkan ketidakpastian dan tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat diandalkan.
Mengapa payudara hampir tidak pernah sama besar
Perbedaan ukuran payudara sangat umum. Seringkali satu sisi tumbuh lebih cepat atau lebih banyak daripada sisi lain. Terutama selama pubertas perbedaan ini bisa tampak jelas.
Pada banyak kasus perbedaan itu sebagian akan seimbang. Bahkan jika perbedaan tetap ada, hal itu termasuk variasi tubuh yang normal.
Mitos umum seputar pertumbuhan payudara
- Olahraga merusak payudara: latihan dapat mengubah jaringan lemak, tetapi tidak merusak struktur payudara
- Pemijatan membuat payudara tumbuh: tidak ada bukti kuat untuk itu
- Makanan tertentu dapat memperbesar payudara: itu mitos
- Payudara kecil tidak abnormal: payudara kecil adalah variasi yang sepenuhnya normal
Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter
Pada kebanyakan kasus rasa tidak pasti bukanlah masalah medis. Pemeriksaan medis masuk akal jika muncul keluhan yang tidak biasa.
- benjolan keras yang tidak hilang
- kemerahan hebat, panas berlebih, atau demam
- keluarnya cairan baru atau berdarah dari puting
- nyeri yang sangat kuat atau berkepanjangan
- perubahan kulit yang mencolok atau penarikan kulit
Informasi medis tepercaya dapat membantu menilai perubahan. Informasi NHS tentang benjolan di payudara
Tekanan psikologis sering lebih besar daripada masalah fisik
Banyak anak perempuan mengaitkan ukuran payudara dengan daya tarik, kewanitaan, atau kedewasaan. Pandangan ini dibentuk oleh budaya dan bukan ukuran medis.
Dalam hubungan yang sebenarnya, kedekatan, kepercayaan, dan rasa nyaman biasanya lebih penting daripada ukuran cup tertentu.
Hal yang bisa membantu dalam keseharian
- Kurangi perbandingan di media sosial secara sadar
- temukan bra yang pas dan tidak membuat bekas
- beri diri waktu untuk perkembangan
- bicarakan kekhawatiran berat dengan orang yang dipercaya
Jika pikiran tentang tubuh sendiri sangat membebani, tidak apa-apa mencari dukungan.
Kesimpulan
Pertumbuhan payudara bersifat individual dan seringkali tidak merata. Banyak perubahan terjadi selama pubertas, penyesuaian kecil bisa terjadi belakangan. Payudara yang kecil atau asimetris sering dan normal.
Selama tidak ada keluhan yang mencolok, tubuh Anda umumnya baik-baik saja.

